Kalau begitu.... Allah ada dalam hati setiap manusia... tergantung manusia itu sendiri...
apakah dia ingin menemukannya atau ia membiarkan Allah tetap berada di dalam hatinya yang tidak akan mungkin ia temukan tanpa kesadaran...
Di dalam Al Quranul Karim, Allah memberitahukan bahwa orang yang mengaku beriman, maka apakah Allah akan membiarkannya begitu saja tanpa menguji kebenaran dari pengakuannya itu???
Sedangkan Rasulullah SAW, berjuang sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk menyebarkan agama yang penuh rahmat ini?
Allah pun telah memberitahukan kepada kita, bahwa manusia itu dilahirkan kedunia dalam kesusahan...
Orang-orang yang benar-benar beriman, akan dengan mudah, dengan senang hati menerima musibah, ujian dari Allah, karena dalam hatinya, ia tahu, inilah saat untuk membuktikan kesungguhan keimanannya, kecintaannya kepada Sang Maha Pengasih...
Ya... kita terlahir dengan kesusahan...Maka, apakah kita akan membiarkan kesusahan itu???atau kita dengan senang hati membuatnya jauh lebih mudah...
Allah lah sebaik-baik tempat kembali...dan Allah, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang..